Mengenal Lebih Jauh Iqro Sebagai Metode Cepat Belajar Al-Qur’an

Secara bahasa Iqro berasal dari bahasa arab yang artinya Bacalah. Buku Iqro sendiri merupakan sebuah buku teks karya As'ad Humam yang digunakan oleh komunitas muslim untuk membaca huruf-huruf Arab. Buku ini merupakan batu loncatan untuk dapat membaca Al-Qur'an. Biasanya dipelajari oleh anak-anak TK hingga sekolah dasar serta sering digunakan pada sekolah khusus pembacaan al-Qur'an, di pesantren, surau, mushalla dan masjid juga sekolah rumah untuk pendidikan agama.

Mengenal Metode Iqro

Merupakan suatu metode untuk belajar membaca Al-Qur'an dengan panduan buku terdiri dari 6 jilid. Dalam prakteknya metode ini tidak menggunakan alat yang bermacam-macam, sebab ditekankan untuk dapat membaca huruf Al-Qur'an dengan fasih. Pada metode ini diperkenalkan nama-nama huruf hijaiyah.

Metode ini juga merupakan salah satu metode yang populer dan telah umum di kalangan masyarakat Indonesia. Dengan buku yang disusun dalam 6 jilid, dimana setiap jilidnya terdapat petunjuk mengajar. Sehingga bertujuan untuk memudahkan setiap santri atau peserta didik dalam menggunakannya.

Isi Buku

Buku ini terdiri dari enam jilid, yaitu jilid 1 hingga jilid 6. Biasanya ada yang terpisah dengan warna berbeda dan ada pula yang sekaligus dalam satu buku. Halaman-halaman pada buku sering diawali dengan petunjuk di bagian atas yang beri pelajaran baru dalam halaman tersebut. Berbeda dengan metode tradisional yang kerap mengandalkan pengajaran dari guru ke siswa. Buku ini dirancang agar siswa mampu belajar secara mandiri.

Sehingga guru hanya memberi sedikit instruksi yang kemudian mendengarkan bacaan siswanya secara pasif. Namun perlu anda tahu bahwa buku Iqro tidak mengajarkan pemahaman arti dari teks-teks bahasa Arab. Akan tetapi, hanya membantu dalam membaca huruf-huruf Al-Qur'an.

Isi Keenam Jilid

Keenam jilid ini tersusun mulai dari tingkatan rendah hingga tinggi. Seperti pada jilid 1, buku ini memperkenalkan huruf-huruf dalam keadaan terpisah dengan vokal "a" atau fathah. Kemudian pada jilid 2 mulai memperkenalkan huruf bersambung, namun masih dengan fathah. Barulah pada jilid 3 mulai diperkenalkan vokal "i" atau kasrah dan vokal "u" atau dhammah.

Artikel Menarik Lainnya : belajar tahsin online

Selanjutnya pada jilid 4 siswa akan diperkenalkan tanwin yaitu penambahan bunyi-n setelah vokal. Kemudian sukun yang merupakan konsonan tanpa vokal, dan qalqalah yaitu konsonan dengan diikuti vokal pendek. Pada jilid 5 akan memperkenalkan berbagai bentuk lam alif serta salah satu bentuk tajwid idgham atau peleburan. Kemudian yang terakhir adalah jilid 6. Dengan memperkenalkan aturan-aturan tajwid yang lain seperti iqlab, ikhfa, serta aturan waqaf.

Pelaksanaan

Dalam pelaksanaannya terdapat tiga proses metode pembelajaran. Yang pertama adalah Ath thariqahbil Muhaakah, guru akan memberi contoh yang benar dan barulah murid akan menirukannya. Kemudian yang kedua adalah Ath thariqah bil Musyaafahah. Murid akan melihat gerakan bibir guru dan sebaliknya.

Hal tersebut untuk mengajarkan makhorijul huruf serta menghindari kesalahan dalam pelafalan. Terakhir adalah Ath thariqah bis Sual Lima Qoo Shidit Ta’limi. Seorang guru akan mengajukan pertanyaan, kemudian barulah murid menjawab. Atau guru menunjuk bagian-bagian huruf Iqro tertentu dan murid akan membacanya.

Disadur dari : cendekiaprivat