Darurat Sampah, Indonesia Wajib Mengelola Sampah Rumah Tangga

Salah satu masalah terbesar yang dihadapi oleh dunia selain pandemi covid-19 ialah pengelolaan sampah, termasuk sampah yang ada di level rumah tangga. Dari data statistik pada tahun 2019 menunjukkan kalau jumlah sampah konsumsi yang ada di Indonesia sebanyak 175.000 ton per harinya. Berbagai program yang sudah dilakukan untuk mengatasi sampah pun belum menunjukkan hasil yang signifikan.

Pada tahun 2020 melalui konferensi pers yang dilakukan oleh Wakil Menteri LHK mengatakan kalau jumlah timbunan sampah di Indonesia mencapai angka 67,8 juta ton. Di Jakarta sendiri, alat pengelolaan sampah yang ada di beberapa tempat sudah tidak bisa menangani sampah dari Jakarta yang setiap harinya bertambah sebanyak 80.000 ton.

Karena darurat sampah inilah, Pemerintah DKI Jakarta akhirnya mengeluarkan peraturan Gubernur yang mengatur tentang pengelolaan sampah yang diharapkan bisa meningkatkan partisipasi yang aktif dari masyarakat dalam pengelolaan sampah di sumber supaya bisa mencapai target untuk mengurangi dan menangani sampah rumah tangga di Jakarta.

Tujuan dari pengelolaan sampah ini ialah supaya bisa mengubah sampah yang dihasilkan dari rumah tangga menjadi barang yang memiliki nilai ekonomi dan membuatnya menjadi barang yang tidak membahayakan untuk lingkungan.

Berbagai cara yang bisa dilakukan untuk mengelola sampah rumah tangga menjadi barang yang bernilai seperti mulai memisahkan sampah yang dihasilkan dari rumah setiap harinya.

Setelah memisahkan sampah organik dan non organik yang ada pada tong sampah organik dan non organik, sampah bisa dikelola dan kemudian didaur ulang sesuai dengan karakteristik sampah.

1. Memisahkan sampah organik dan non organik

2. Mengganti alas plastik sampah dengan koran atau kardus

3. Mengubah sampah organik menjadi pupuk kompos

4. Melakukan daur ulang sampah non organik kering

5. Memberikan limbah sisa minyak ke instansi pengelolaan minyak

6. Mengelola sampah yang berbahaya

7. Meminimalisir pemakaian sampah plastik dan sampah berbahaya lainnya.

Mari kita mulai dengan melakukan hal kecil dari diri sendiri. Tentunya kita tidak mau bukan nantinya bumi tempat kita tinggal ini menjadi lautan sampah? Jika sudah berhasil mengelola sampah rumah tangga, jangan lupa mengajak tetangga lingkungan sekitar supaya ikut mengelola sampah secara mandiri.