Tanyakan 7 Hal Ini Sebelum Terima Kontrak Kerja Freelance dari Perusahaan

Mendapat kontrak kerja dari perusahaan tentu menjadi kebahagiaan banyak orang. Apalagi untuk Anda yang masih fresh graduate dan baru diterima kerja. Tak jarang juga sebagian dari Anda langsung menerima kontrak tersebut tanpa berpikir dua kali. Tapi bagaimana kalau ternyata isi kontrak itu di bawah harapan? Jangan sampai Anda menerima kontrak pekerjaan yang justru merugikan Anda dalam mendapatkan hak sebagai pegawai.

7 Hal yang Wajib Ditanyakan Sebelum Menerima Kontrak Kerja Freelance

kontrak kerja freelance

Sebelum menerima atau menandatangani kontrak yang ditawarkan, sebaiknya Anda tanyakan beberapa hal penting berikut ini:

1. Total Gaji (Take Home Pay)

Dalam sebuah kontrak kerja freelance biasanya Anda akan melihat nominal gaji bulanan. Tapi Anda juga perlu tahu berapa gaji total atau take home pay yang diberikan. Termasuk tunjangan transportasi, uang makan, asuransi, dan lain sebagainya.

2. Tanggal Gajian

Walaupun Anda seorang fresh graduate, Anda tetap berhak menanyakan kapan tanggal gajian setiap bulannya. Cari tahu juga lewat bank apa pembayaran gaji diberikan. Apakah Anda perlu membuat rekening bank yang baru atau sudah sesuai dengan jalur payroll perusahaan.

3. Pajak Penghasilan (PPh)

Poin ketiga ini sangat penting untuk Anda tanyakan sebelum menerima kontrak kerja begitu saja. Setiap gaji pegawai pasti dikenakan Pajak Penghasilan (PPh) setiap bulannya. Tanyakan dengan jelas apakah pemotongan PPh dibayarkan oleh perusahaan atau Anda sendiri yang harus membayarnya.

Umumnya perusahaan besar akan langsung memotong pajak dan menyetorkannya ke staff keuangan sehingga Anda tidak perlu repot membayarnya.

4. Sistem Kenaikan Gaji

Saat mendapat kontrak pekerjaan, Anda berhak mengetahui bagaimana sistem kenaikan gaji di perusahaan tersebut. Tanyakan mekanismenya dan seperti apa perhitungan yang dipakai. Apakah kenaikan gaji mengikuti inflasi atau ada faktor lain yang dilihat seperti kinerja karyawan dan lain sebagainya. Cari tahu sistem kenaikan gaji secara detail agar Anda bisa memperhitungkannya untuk jangka waktu tertentu.

5. Bonus dan THR

Sebuah kontrak kerja juga harus menyertakan info tentang bonus dan THR. Bonus bisa didapat dari berbagai sumber, seperti bonus lembur, bonus closing, hingga bonus tahunan. Tanyakan juga seperti apa perhitungan bonusnya, berapa persentase yang Anda dapat dari bonus tersebut.

Sedangkan untuk THR menjadi hak Anda setiap tahun yang wajib dibayarkan oleh perusahaan. Kontrak pekerjaan tersebut harus menjelaskan kapan tanggal atau waktu pembayaran THR.

6. Pelanggaran atau Sistem Pinalti

Sebagai seorang karyawan, tentu Anda ingin menyelesaikan tanggung jawab sebaik mungkin. Oleh karena itu cari tahu seperti apa sistem pinalti yang ada di perusahaan tersebut. Jangan sampai Anda melanggar peraturan atau terkena pinalti dan denda yang nilainya bisa mencapai puluhan juta rupiah.

7. Fasilitas Tambahan

Setiap perusahaan memiliki kebijakan dan fasilitas yang berbeda. Anda memiliki hak untuk menanyakan hal tersebut secara detail. Apa saja fasilitas dan kebijakan yang diberi perusahaan untuk posisi atau jabatan yang akan Anda dapatkan dalam kontrak kerja tersebut.